oleh Eva Safitri
Siapa sih yang tidak suka travelling? Melihat pemandangan indah dan menemukan hal-hal baru serta bertemu dengan orang baru.
Berlibur memang hal yang menyenangkan dalam hidup. Melepas penat akibat dari aktivitas keseharian yang dilakukan, seperti bekerja, sekolah, kuliah, dan aktivitas lainnya. Tidak hanya itu berlibur juga dapat meringankan beban pikiran yang membuat otak kita jenuh.
Pada umunya setiap orang membutuhkan waktu liburan untuk menyegarkan kembali pikiran. Entah dengan pergi berlibur ke tempat rekreasi di dalam kota, luar kota, sampai luar negeri atau hanya sekadar menghabiskan waktu dengan beristirahat dirumah.
Tapi tetap saja pergi keluar ke suatu tempat yang diinginkan akan lebih menyegarkan otak. Meski begitu, banyak orang yang masih beralasan harus memiliki persiapan secara finansial untuk bepergian. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengurungkan niatnya untuk hal yang satu ini karena pertimbangan biaya yang dirasa cukup mahal atau takut untuk mengeluarkan uang yang lebih untuk liburan.
Ubah Mindset Liburan
Berlibur itu tidak perlu mahal. Tidak harus bermewah-mewah dengan menggunakan akomodasi yang serba eksekutif, makan di restoran setiap saat, dan membeli barang-barang mahal. Hal itu tidak wajib diakukan setiap berlibur. Jika semua orang beranggapan seperti itu, mungkin banyak sekali orang yang enggan berpergian karena keterbatasan biaya.
Dengan begitu, kita akan menjadi manusia yang selalu mengurung diri di dalam rumah. Tidak bisa mengetahui bagaimana keadaan dunia luar dan keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan, yang diketahui hanya pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan setiap hari. Apakah tidak jenuh jika terus menerus seperti itu?
Buat Tujuan
Liburan menjadi mahal atau tidak bergantung pada tujuan masing-masing, sebaiknya ketahui dulu apa tujuan kita pergi berlibur. Ada mereka yang terobsesi mengumpulkan barang-barang khas suatu tempat dan sengaja berlibur hanya untuk berbelanja, ada yang ingin bersosialisasi atau suka mengetahui hal-hal baru dan beradaptasi dengan orang-orang di suatu tempat, dan ada juga yang hanya mencari pemandangan alam.
Pada poin pertama biasanya bagi meraka yang mempunyai kemapuan secara finansial jadi tidak terlalu memikirkan uang yang keluar hanya untuk membeli barang mahal demi mewujudkan kenginannya. Hakikat liburan yang sebenarnya tidak dapat dilihat dari hasil barang yang dibeli dengan harga mahal tetapi bagaimana pengalaman yang didapat saat berlibur.
Poin kedua dan ketiga bisa dijadikan sebagai tujuan. Jadi jangan takut untuk pergi berlibur, dengan dana terbatas pun kita bisa merasakan kepuasan berlibur ke tempat tujuan yang diinginkan dengan mencari pengalaman bukan mencari barang mahal.
Untuk tetap merasakan kepuasan saat berlibur perhatikan cara melakukan travelling murah yang bisa diikuti. Dengan demikian, kita tidak kehilangan waktu berlibur meskipun kondisi finansial yang krisis.
Pentingkah teman berlibur?
Setiap orang berhak menentukan dengan siapa dia akan pergi. Mengajak keluarga, teman, ataupun pacar memang hal yang paling menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama. Menjadikan mereka teman ngobrol sehingga liburan tidak terasa sepi. Apalagi jika teman jalan kita memiliki tujuan yang sama.
Tetapi liburan seorang diri juga tidak kalah menyenangkan. Justru memiliki budget yang terbatas pun tidak jadi masalah karena kita dapat mengatur keuangan secara bebas dibandingkan dengan liburan beramai-ramai yang akan membutuhkan uang lebih.
Para travel blogger pun mengawali perjalanannya seorang diri dengan modal sendiri meskipun terbatas. Sekarang ini, banyak dari mereka yang menjadikan travelling sebagai pekerjaan tetap dan sudah tidak menggunakan uang pribadinya lagi untuk berjalan-jalan malah semua dilakukan secara gratis.
Semua dapat terlaksana dengan sebuah niat yang kuat. Jadi apakah Anda masih takut pergi berlibur karena budget ?
Bagaimana dan dengan siapa liburannya itu merupakan pilihan. Travelling Goals akan tercapai jika kita merasakan kepuasan tersendiri ditambah lagi dengan tidak menghabiskan biaya yang besar.
Jadi berliburlah dengan kenyamanan bukan kemewahan.
