Senin, 14 November 2016

Rindu Hangat Keluarga

Dalam kehidupan, semua manusia diberi kesempatan untuk melewati dan merasakan masa-masa yang sama. Mulai dari masa anak-anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia. Setiap masa pasti terjadi suatu proses kehidupan di dalamnya, tidak ada satu orang pun yang tidak pernah merasakan proses untuk tumbuh dan melihat kehidupan. Saat melewati semua proses manusia selalu membutuhkan pendamping, pelindung yang kupunya saat ini adalah kedua orang tuaku.
            Orang tua merupakan faktor yang paling menunjang kehidupan anak-anaknya. Dari mulai dilahirkan, orang yang selalu dekat adalah kedua orang tuanya. Sepasang manusia yang selalu memberikan kasih dan sayang kepada anaknya dan mereka selalu menjadi tembok pelindung bagiku.
Di masa kecilku kehangatan mengalir di tubuh ini saat mereka memegang badanku. Suara mereka ketika menasihatiku begitu damai kudengar. Memberikan candaan-candaan kecil yang membuat kita tertawa bersama, dan tidak lupa selalu menanyakan keadaanku di sekolah. Mereka selalu menganggap anak adalah prioritas, aku sangat merasakan itu sampai tubuhku tidak lagi bisa dianggap sebagai anak-anak.
Sekarang kehangatan itu sedikit demi sedikit menghilang dan hampir tidak bisa kurasakan lagi. Mereka tidak lagi menganggapku prioritas dan hanya mementingkan perasaannya sendiri. Ya, usiaku ini membuat diriku tidak pantas lagi untuk dimanja.
Kasih sayang yang kualami sekarang tidak selengkap dulu, hal ini karena keegoisan yang dimiliki kedua orang tuaku. Suara lembut mereka tidak dapat lagi kudengar, yang terdengar sekarang adalah suara keras yang saling bersaut setiap malam. Tidurku saat ini pun tidak pernah nyenyak. Ingin rasanya sesekali menjadi orang tuli, karena aku bosan mendengar suara itu.
Tidak ada anak yang menginginkan orang tuanya bertengkar, karena pertengkaran orang tua akan menjadi beban yang berpengaruh kepada anak. Begitu juga denganku, kini aku merasa seperti hidup sendiri, tidak ada yang peduli dengan apa yang kulakukan.
Setiap anak masih akan terus membutuhkan kasih sayang kedua orang tuanya sampai kapanpun. Sampai ketika sudah berkeluarga nanti, aku ingin terus merasakan kehangatan dari orang tuaku, tetapi saat usia remajaku saja mereka tidak mementingkan diriku lagi. Kenyataan yang begitu berbeda dari apa yang aku inginkan.
Mungkin aku memang anak pengecut yang hanya diam dan tidak bisa berbuat apa apa. Tapi di luar sikap diamku, aku ingin sekali menjadi penengah diantara mereka. Itu merupakan sebuah keinginan yang ragu untuk kulakukan. Entah hanya aku saja atau semua anak yang memiliki kehidupan keluarga yang sama sepertiku.
Andai mereka tau bagaimana perasaanku, apakah mereka ingin melanjutkan kehidupan yang seperti ini di dalam keluarga. Setiap anak akan merindukan perlindungan orang tua dan kasih sayangnya yang penuh dengan kehangata. Mereka seharusnya lebih menunjukan sikap yang lebih dewasa dan mampu untuk menyelesaikan masalahnya di belakang anak-anaknya.

Bagaimanapun orang tua selalu memiliki tempat tersendiri di dalam hati. Tidak ada yang bisa menggantikannya sekalipun rasa kurang peduli yang kudapatkan. Mereka adalah penyemangat untuk hidupku.

Sabtu, 29 Oktober 2016

Berlibur Hemat dengan Budget Terbatas


                                                                  oleh Eva Safitri

Siapa sih yang tidak suka travelling? Melihat pemandangan indah dan menemukan hal-hal baru serta bertemu dengan orang baru.

Berlibur memang hal yang menyenangkan dalam hidup. Melepas penat akibat dari aktivitas keseharian yang dilakukan, seperti bekerja, sekolah, kuliah, dan aktivitas lainnya. Tidak hanya itu berlibur juga dapat meringankan beban pikiran yang membuat otak kita jenuh.

Pada umunya setiap orang membutuhkan waktu liburan untuk menyegarkan kembali pikiran. Entah dengan pergi berlibur ke tempat rekreasi di dalam kota, luar kota, sampai luar negeri atau hanya sekadar menghabiskan waktu dengan beristirahat dirumah.

Tapi tetap saja pergi keluar ke suatu tempat yang diinginkan akan lebih menyegarkan otak. Meski begitu, banyak orang yang masih beralasan harus memiliki persiapan secara finansial untuk bepergian. Sehingga tidak sedikit dari mereka yang mengurungkan niatnya untuk hal yang satu ini karena pertimbangan biaya yang dirasa cukup mahal atau takut untuk mengeluarkan uang yang lebih untuk liburan.

Ubah Mindset Liburan

Berlibur itu tidak perlu mahal. Tidak harus bermewah-mewah dengan menggunakan akomodasi yang serba eksekutif, makan di restoran setiap saat, dan membeli barang-barang mahal. Hal itu tidak wajib diakukan setiap berlibur. Jika semua orang beranggapan seperti itu, mungkin banyak sekali orang yang enggan berpergian karena keterbatasan biaya.

Dengan begitu, kita akan menjadi manusia yang selalu mengurung diri di dalam rumah. Tidak bisa mengetahui bagaimana keadaan dunia luar dan keindahan alam yang diciptakan oleh Tuhan, yang diketahui hanya pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan setiap hari. Apakah tidak jenuh jika terus menerus seperti itu?

Buat Tujuan

Liburan menjadi mahal atau tidak bergantung pada tujuan masing-masing, sebaiknya ketahui dulu apa tujuan kita pergi berlibur. Ada mereka yang  terobsesi mengumpulkan barang-barang khas suatu tempat dan sengaja berlibur hanya untuk berbelanja, ada yang ingin bersosialisasi atau suka mengetahui hal-hal baru dan beradaptasi dengan orang-orang di suatu tempat, dan ada juga yang hanya mencari pemandangan alam.

Pada poin pertama biasanya bagi meraka yang mempunyai kemapuan secara finansial jadi tidak terlalu memikirkan uang yang keluar hanya untuk membeli barang mahal demi mewujudkan kenginannya. Hakikat liburan yang sebenarnya tidak dapat dilihat dari hasil barang yang dibeli dengan harga mahal tetapi bagaimana pengalaman yang didapat saat berlibur.

Poin kedua dan ketiga bisa dijadikan sebagai tujuan. Jadi jangan takut untuk pergi berlibur, dengan dana terbatas pun kita bisa merasakan kepuasan berlibur ke tempat tujuan yang diinginkan dengan mencari pengalaman bukan mencari barang mahal.

Untuk tetap merasakan kepuasan saat berlibur perhatikan cara melakukan travelling murah yang bisa diikuti. Dengan demikian, kita tidak kehilangan waktu berlibur meskipun kondisi finansial yang krisis.

Pentingkah teman berlibur?

Setiap orang berhak menentukan dengan siapa dia akan pergi. Mengajak keluarga, teman, ataupun pacar memang hal yang paling menyenangkan untuk menghabiskan waktu bersama. Menjadikan mereka teman ngobrol sehingga liburan tidak terasa sepi. Apalagi jika teman jalan kita memiliki tujuan yang sama.

Tetapi liburan seorang diri juga tidak kalah menyenangkan. Justru memiliki budget yang terbatas pun tidak jadi masalah karena kita dapat mengatur keuangan secara bebas dibandingkan dengan liburan beramai-ramai yang akan membutuhkan uang lebih.

Para travel blogger pun mengawali perjalanannya seorang diri dengan modal sendiri meskipun terbatas. Sekarang ini, banyak dari mereka yang menjadikan travelling sebagai pekerjaan tetap dan sudah tidak menggunakan uang pribadinya lagi untuk berjalan-jalan malah semua dilakukan secara gratis.

Semua dapat terlaksana dengan sebuah niat yang kuat. Jadi apakah Anda masih takut pergi berlibur karena budget ?

Bagaimana dan dengan siapa liburannya itu merupakan pilihan. Travelling Goals akan tercapai jika kita merasakan kepuasan tersendiri ditambah lagi dengan tidak menghabiskan biaya yang besar.
Jadi berliburlah dengan kenyamanan bukan kemewahan.

Tips Berlibur Hemat

Setiap orang pasti punya keinginan untuk mengujungi suatu tempat untuk. Tapi rencana atau keinginan tersebut dapat seketika batal karena memikirkan faktor finasial. Memang semua yang kita lakukan bergantung dengan faktor tersebut.

Banyak orang beranggapan “Pergi berlibur pasti membutuhkan biaya yang cukup besar dan tidak ada hasilnya. Serasa membuang uang dengan percuma.”  Ini adalah anggapan yang sangat salah.

Kapan kita merealisasikan impian kita untuk datang ke suatu tempat jika kita terus berpikiran seperi itu.  Ayo ubah mindset  itu agar keterbatasan budget tidak bisa lagi menghalangi waktu berliburmu. Berikut beberapa tips liburan dengan budget minim.

1. Jangan mengikuti paket wisata

Kelebihan mengikuti paket wisata hanya jadwalnya lebih teratur karena ada pemandu yang menunjukan arah, tetapi kita tidak akan merasa puas untuk menikmati objek wisata tersebut. Semuanya sudah terjadwal, jadi suka tidak suka kita mengikuti rundown yang sudah dibuat.

2. Buat Rencana

Berlibur akan terasa lega dan puas jika semuanya berjalan sesuai rencana. Buatlah rencana sematang mungkin mengenai tempat tujuan, waktu, dan rencana keuangan.

Pilihlah tempat tujuan sesuai keinginan dan utamakan tempat yang baru dan belum Anda datangi. Kalau untuk mencari ketenangan, Anda bisa mengunjungi alam. Tidak ada tempat lain yang memberikan ketenangan selain pemandangan alami yang diciptakan oleh-Nya.

Usahakan jangan memilih waktu libur karena biasanya saat libur sekolah tempat wisata akan menjadi lebih ramai dan semua harga tempat wisata pun ikut naik. Rasanya percuma mengunjungi tempat wisata saat ramai, tidak akan merasakan kenyamanan yang seharusnya bisa diciptakan oleh tempat wisata itu.

Jangan malu-malu untuk menghubungi saudara atau teman yang tinggal di tempat yang akan dikunjungi, siapa tau mereka bersedia memberikan tempatnya untuk kita menginap.

3. Pilih Tiket Murah

Untuk transportasi pilihlah berangkat dan pulang menggunakan kendaraan yang terjangkau dan aman, seperti kereta atau bis. Kendaraan ini sangat terjangkau dibandingkan dengan pesawat, bahkan tidak jarang terdapat harga promo yang ditawarkan di hari khusus.  Setelah menentukan waktu berlibur segera cari tiket sesuai dengan budget Anda.

4. Buat Budget Harian

Bataskanlah budget yang harus Anda keluarkan untuk hal yang lebih penting ketika berlibur setiap harinya. Dengan adanya batasan keuangan Anda jadi dapat menahan keinginan yang tidak terlalu penting. Jadi keuangan Anda akan tetap aman sampai waktu liburan berakhir.

5. Penginapan

Cari penginapan yang murah dan layak. Anda dapat melihat referensi melalui internet dan pastikan penginapan yang Anda pilih memiliki tempat yang strategis sehingga kita dapat menjangkau kemanapun terutama ke objek tujuan yang ingin kita kunjungi.

Selain itu, Anda juga dapat menginap di rumah saudara atau teman yang tinggal di daerah tersebut. Jadi Anda dapat menginap secara gratis. Lebih hemat, bukan?

6. Gunakan Transportasi Umum

Jangan melulu untuk menyewa kendaraan seperti mobil atau motor untuk pergi ke objek wisata yang ingin dikunjungi. Menggunakan transportasi umum akan lebih irit dibandingkan dengan menyewa kendaraan. Perjalanan juga akan terhindar dari kemacetan.

Gunakan kaki jika masih memungkinkan, Anda  akan bertemu dengan banyak orang dan dapat lebih menikmati suasana dengan berjalan kaki.

7. Makan di Kaki Lima

Saat melakukan travelling kita berada di tempat baru, di suatu daerah yang belum pernah di kunjungi, dan jauh dari rumah. Tidak afdal kalo tidak mencicipi kuliner khas daerah tersebut, hilangkanlah pikiran untuk makan di restoran mewah. Jadi jangan memanjakan perut untuk makan makanan enak.

Dengan makan di kaki lima akan lebih membantu penghematan Anda saat travelling. Justru para pedagang kaki limalah yang biasanya menjual makanan khas daerah tersebut.

8. Prioritaskan Objek Sesuai Wishlist

Saat perencanaan liburan Anda pasti sudah menentukan tujuan objek wisata yang ingin di kunjungi, pastikan ketika sudah tiba di tempat tujuan jangan melihat atau melirik tempat lain di luar perencanaan. Prioritaskan terlebih dahulu daftar tempat sesuai rencana awal.
 Jika ada perubahan karena ada yang lebih menarik saat melihat langsung sesuaikan dengan budget jalan-jalan Anda. Selama tidak mengganggu keuangan kenapa tidak.

9. Membeli oleh oleh sederhana

Tidak perlu dengan harga yang mahal untuk membeli oleh-oleh. Sederhana dan menjadi ciri khas yang mencerminkan lokalitas suatu tempat akan terkesan lebih bermakna bagi orang yang menerimanya. Belilah di Pasar Tradisional daerah setempat.

Kamis, 15 September 2016

Profesi dan Perantara

Setiap hari banyak terlihat orang  berpakaian rapi, berseragam, ataupun berjas lalu lalang di jalan dengan mengendarai sepeda, sepeda motor, mobil sampai angkutan umum. Kegiatan tersebut dilakukan karena tanggung jawab dari sebuah profesi. Seperti orang yang berprofesi sebagai dokter pergi untuk menjalankan kewajibannya di rumah sakit, seorang murid atau guru pergi ke sekolah, seorang karyawan pergi ke kantor, dan lain-lain.

Kegiatan tersebut biasanya dimulai pada pagi hari di tempat tujuannya masing-masing dan berakhir sore atau malam hari begitu seterusnya. Tetapi hal ini tidak berlaku dalam profesi bidang jurnalistik. Seorang jurnalis bekerja tidak dengan seragam dan memakai jas seperti orang kantoran. Penampilan rapi bagai pejabat pemerintah tidak dituntut dalam perkerjaan ini. Bahkan hanya dengan memakai pakaian casual dan bersepatu safety seperti sepatu satpam atau dengan memakai pakaian santai pun seorang wartawan tetap bisa menjalankan tugasnya, terkecuali apabila bertemu orang penting seperti presiden atau petinggi negara lainnya.

Profesi sebagai  jurnalis tidak menuntut penampilan tetapi lebih mementingkan kecepatan, kepekaan rasa dan sikap keberanian yang besar untuk mencari atau memburu bahan informasi sampai dijadikan sebuah berita. Jika profesi lain memiliki tempat yang menetap untuk melakukan kegiatannya jurnalis bekerja di tempat dan waktu yang tidak tetap. Seorang jurnalis rela bekerja dimanapun dan kapanpun demi mendapatkan informasi. Bukan hanya sampai pada informasi yang didapat setelah itu seorang jurnalis juga harus dapat menyampaikan informasi tersebut kepada khalayak. Tujuan utama dari profesi jurnalis yaitu melaporkan fakta dari peristiwa apapun yang menyangkut kepentingan orang banyak kemudian disebarluaskan kepada masyarakat.

Adapun tugas seorang jurnalis, yaitu mendidik, memberikan informasi, memberikan pengaruh, dan menghibur. Bukan hanya guru saja yang dapat memberi wawasan, jurnalis pun dapat melakukannya bahkan dengan cakupan yang lebih luas. Lebih dari itu jurnalis juga mampu menjadi kontrol sosial sehingga dapat membawa perubahan karena pers telah memegang peranan yang cukup penting bagi suatu negara, apalagi pers di Indonesia merupakan pilar keempat setelah eksekutif, legislatif, dan yudiatif. Artinya menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan rakyat.

Begitu berat jika membayangkan profesi ini,tidak bisa terfikirkan bagaimana jam terbang seorang jurnalis yang tidak menentu.

Ada sebuah kutipan yang dikutip oleh Putra Nababan, seorang pembawa berita di salah satu televisi swasta.
 “Jurnalistik membuat Anda serba tau meski Anda bukan orang pintar”
Itulah keuntungan menjadi jurnalis, dapat mengetahui semua hal lebih dulu dibandingkan dengan orang pintar sekalipun, bertemu dan berbicara langsung dengan orang-orang hebat saat mewawancarainya.

Hanya jurnalislah yang dapat melakukan semua hal yang belum tentu guru, dokter, sampai direktur dapat melakukannya.

Masyarakat sangat membutuhkan pers sejak dahulu, untuk memantau sistem kerja pemerintah.  Oleh karena itu, setiap jurnalis memegang tanggung jawab besar dari rakyat.

Jadi sudah terbayangkah betapa mulianya menjadi seoran jurnalis ? Seberat apapun pekerjaan yg dilakukan jika hasilnya berdampak pada kepentingan orang banyak maka akan menjadi amalan yang besar pula.